Sign up with your email address to be the first to know about new products, VIP offers, blog features & more.

[mc4wp_form id="5505"]

Makan Baso di Tasikmalaya Seperti Warga Lokal

By Posted on 0 11 m read 9K views

Baso Cicim

Rasanya sudah menjadi hal yang umum bahwa Tasikmalaya sangat terkenal dengan sebutannya sebagai Kota Baso. Nama Kota Baso itupun tercipta karena sangat banyaknya baso yang berjualan di Tasikmalaya. Sederet nama baso yang disebut-sebut sudah berjualan lebih dari 50 Tahun saja lebih dari lima, sebut saja; Mie Baso Laksana, Mie Baso Simpati, Mie Baso Gunung Pereng, Mie Baso Selecta, Mie Baso Sumatera, Mie Baso Jamil, Mie Baso 55 dan yang lainnya. Belum lagi baso-baso dengan aneka kreasi seperti adanya Baso Goreng, Laucupan, Baso Tahu atau bahkan yang sedang ramai belakangan ini: Baso Beranak.

Baso Jamil

Sudah tidak bisa diingkari lagi jika Baso Laksana adalah salah satu tujuan tempat makan baso untuk wisatawan dari luar kota, selain Baso Laksana, Baso Gunung Pereng atau lebih terkenalnya Baso Acin pun menjadi salah satu buruan mereka yang berkunjung ke Tasikmalaya. Setiap long weekend atau libur lebaran baik lebaran Idul Fitri atau Idul Adha, kedua baso tersebut dipenuhi oleh pemudik.

Namun, untuk berwisata kuliner baso seperti warga lokal, kedua tempat tersebut mungkin bukan tujuannya. Dalam kesempatan kali ini, admin akan memberikan informasi mengenai Makan Baso Seperti Warga Lokal.

Dalam tulisan kali ini, admin melibatkan followers untuk menanyakan baso apa yang mereka sukai di Tasikmalaya. Terdapat lebih dari 300 jawaban dan lebih dari 59 nama baso yang disebutkan saat tulisan ini ditulis, namun admin akan menyebutkan 10 terbesar jawaban yang banyak diberikan oleh followers:

  1. Mie Baso Firman (50)
  2. Baso Kurdi (20)
  3. Baso Laksana (16)
  4. Baso Adis (13)
  5. Baso Toto (13)
  6. Baso Odjo (12)
  7. Baso Sumatera (11)
  8. Baso Gejrot Rinceu (11)
  9. Baso Cicim (10)
  10. Baso Ade Cikurubuk (10)

Sebelum melanjutkan ke tulisan selanjutnya, kuingin mengucapkan terima kasih kepada followers yang sudah meluangkan waktunya untuk menjawab pertanyaan admin. *salamin satu-satu*

Baso Firman

Yak, gak heran sih Baso Firman berada diurutan pertama di survey iseng-isengan ini. Karena tanpa jawaban dari followers pun sebenarnya sudah ketahuan kalau Baso Firman ini banyak banget penggemarnya, hampir tiap hari Baso Firman ini selalu penuh, kalaupun gak penuh, Baso ini tetap ada aja pengunjungnya. Apalagi kalau ada libur panjang dan ada moment mudik, sudah dipastikan untuk mendapatkan kursi saja kalian harus antri. Baso Firman ini sekarang sudah bisa disandingkan dengan baso-baso legend seperti Laksana dan Acin.

Bukan hanya melihat di lapangan saja, impressions yang didapat setiap update Baso Firman selalu di atas 30.000. Bahkan ada satu foto baso firman yang dilihat lebih dari 70.000 orang. Gokil.

Sekarang, mari mulai menuliskan Baso apa saja yang harus dimakan agar seperti warga lokal. Daftar ini akan digabungkan juga dengan beberapa jawaban dari followers di atas. Selamat membaca.

Baso Ade Cikurubuk

  1. Baso Ade Cikurubuk

Meskipun dalam hal jawaban yang diberikan followers Baso Ade ini berada diurutan ke 10, namun menurut admin Baso Ade ini adalah baso yang wajib dikenalkan atau dicicipi oleh para pengunjung, pemudik atau pun warga Tasikmalaya yang belum mencoba. Salah satu alasan mengapa Baso Ade ini mendapat jawaban yang sedikit mungkin karena tempatnya yang berada di pasar dan butuh perjuangan extra untuk mencicipi baso ini, tidak seperti Baso Firman atau Baso Kurdi yang lokasinya gampang untuk disinggahi.

Baso Ade ini terkenal dengan baso urat dan baso tahunya. Yang menjadikan baso ini berbeda dengan baso yang lainnya adalah sausnya yang diracik sendiri, sehingga ada rasa kuah yang unik yang tidak bisa didapatkan dari baso lain. Untuk yang tidak suka dengan baso urat, tenang saja di Baso Ade ini pun ada baso kecil-kecil dan tanpa urat.

Satu Porsi Baso Ade sekarang dihargai sebesar Rp. 27.000 dengan komposisi 1 baso urat, 1 baso tahu, mie, babat dan juga taburan ayam. Tapi jika baso urat sudah habis, maka biasanya diganti dengan baso kecil dan for your information, babat di sini cepet banget abis jadi jangan heran kalau datangnya ke sorean maka tidak ada babat di mangkuk kalian.

Baso Jamil

2. Baso Jamil

Ketika mendengar kata baso goreng, salah satu baso yang muncul dibenak warga Tasikmalaya adalah Baso Toto. Padahal, begitu banyak sekali tempat baso yang memiliki baso goreng enak terutama baso goreng seperti di Toto dan salah satunya adalah Baso Jamil.

Mungkin untuk sebagian warga Tasikmalaya baso ini terdengar asing dikarenakan lokasi berjualannya yang terpencil dan harus masuk gang meskipun berada di tengah kota. Lokasi Baso Jamil ini berada di sekitaran Nagarawangi, ada dua jalan untuk dapat ke Baso Jamil ini; pertama melalaui gang di Jl. Nagarawangi sebrang Lomie GC atau dari gang sebelum Martabak Jayaraga di Jl. Cihideung Balong.

Ternyata, Baso Jamil ini adalah pelopor lahirnya baso goreng di Tasikmalaya. Bahkan baso-baso terkenal seperti Baso Cicim, Baso Toto, Baso Laucupan, Baso Asep dan lain-lain yang menjual baso goreng adalah muridnya dari mendiang ayahnya Adang Jamil ini. Meskipun belajar di tempat yang sama, namun setiap baso tersebut mempuanyai ciri khasnnya masing-masing, sama halnya dengan Baso Jamil ini. Renyah dan gurih adalah dua kata yang muncul begitu saja ketika mencoba baso goreng jamil ini. Tak diragukan lagi mengapa baso goreng di sini begitu gurih karena kompisi yang digunakan berupa daging sapi, kulit ayam dan juga udang. Coba datang lebih pagi sehingga dapat mencoba baso gorengnya yang baru diangkat dari penggorengan. Best of the best.

Selain Baso Goreng, Baso Jamil juga menyediakan baso polos, baso urat, baso tahu dan laucupan. Menu biasa yang selalu di pesan setiap ke sini adalah; 10 baso goreng, mie yamin manis tambah saus, laucupan yamin manis tambah saus dan juga satu baso tahu dengan kuah di pisah. Such a big portion, I know right.

To be honest guys, I never knew price per portion here since I always costume my order but I bet it’s around Rp. 20.000. Harga yang biasa saya bayarkan untuk porsi di atas adalah Rp. 70.000 sudah termasuk dengan minuman berupa air mineral.

My recommendation if you have a chance to visit this place is; coba pesan yamin manisnya dan jangan lupa minta sausnya langsung dicampur. Remember, sausnya langsung dicampur. Anyway, Baso Jamil ini dalam survey mendapatkan suara sebanyak 8 suara, setara dengan Baso Adul dan Baso SR.

Baso Adul

3. Baso Adul

Meskipun tidak masuk dalam peringkat 10 besar—karena hanya mendapat 8 suara—namun rasanya salah satu baso yang selalu penuh ini harus ditulis dalam tulisan kali ini. Baso yang telah berjualan lebih dari 10 tahun ini awalnya adalah baso yang berjualannya secara berkeliling sebelum sekarang sudah memiliki tempat sendiri di sekitaran Dadaha lebih tepatnya di samping GOR Susi Susanti.

Baso Adul ini mulai berjualan sekitar pukul 15.00 dan biasanya jam 19.00 pun sudah habis. Yang menjadikan baso ini berbeda dengan baso yang lainnya adalah bentuk basonya yang kecil-kecil, like literally kecil. Selain basonya yang berukuran mini, isian basonya pun membuatnya unik karena berisi lemak sapi sehingga saat dimakan ada sensasi pecah di mulut. Hal lain yang membuatnya banyak digemari oleh warga Tasikmalaya adalah karena adanya tambahan dengkul dan cincang daging sapi yang disajikan dikuah basonya. Sangat jarang pengunjung yang datang ke Baso Adul membeli hanya satu porsi, biasanya minimal dua porsi bahkan admin pribadi bisa makan sampai 4 porsi. Harga satu porsi di Baso Adul ini adalah Rp. 11.000 namun jika kalian mau beli sesuai keinginan contohnya Rp. 15.000 atau Rp. 20.000 juga bisa.

Kuahnya sendiri adalah kuah yang sudah diracik sehingga warna kuah sebelum dicampur saus atau kecap pun sudah kecoklatan. Mungkin ini adalah salah satu alasan mengapa rasa Baso Adul tidak ada yang dapat menyamai meskipun jika dilihat dari bentuk basonya, baso ini cenderung mirip Baso Kurdi dengan isian lemak di dalam basonya.

Baso Gejrot Rinceu

4. Baso Gejrot Rinceu

Gejrot dalam istilah Bahasa Sunda adalah sesuatu yang jika ditekan/dikunyah maka akan mengeluarkan cairan. Dalam hal baso ini, cairan yang dikeluarkan adalah lemak sapi yang cair karena panas. Sejujurnya, bentuk dan tekstur baso di sini tidak jauh berbeda dengan baso adul, hanya saja jika baso adul biasa di makan dengan dengkul dan tetelan, di baso rinceu ini orang-orang biasa makan dengan kerupuk kuning dan mentimun alias bonteng. Bahkan beberapa orang menyebut baso ini sebagai Soteng aka Baso dan Bonteng. Kuahnya pun berbeda dengan Baso Adul, jika di Baso Adul kuahnya kecoklatan, di sini kuahnya bening dan beraroma gurih. Favoriteku jika berkunjung ke Baso Rinceu ini adalah basonya saja 2 porsi tambah kerupuk kuning dan mentimun, persis seperti soteng, jangan lupa sambel dan saus bawangnya agak banyak. Satu porsi Baso Rinceu ini seharga Rp 15.000.

Alamat Baso Rinceu ini berada di Jl. Dadaha atau biar lebih gampang dekat dengan kampus UPI Tasikmalaya. Sekitar 100 meter setelah kampus UPI ada di sebelah kiri jalan, bangunannya tidak begitu mencolok jadi harus pelan-pelan untuk menemukan baso ini.

Baso Barokah

5. Baso Barokah

Tau gak, gara-gara sering update kuliner sekitaran Cibogor admin beberapa kali dituduh tinggal di sekitaran sana. Padahal rumahku jauh dari sekitaran Cibogor. Hiks.

Anyway, kuliner-kuliner di sekitaran Cibogor ini memang enaq enaq, tauq. Di antara kuliner yang enak itu, salah satunya adalah Baso Barokah ini.

Salah satu alasan kenapa Baso Barokah ini terkenal adalah karena satu porsi di sini sudah komplit diberi semacam tetelan dan dengkul. Biasanya baso kaya gini favoritenya Ibu-Ibu nih. *please I’m not being sexist, I’m a feminist you know*. Back to the topic, terlepas dari tambahan dengkul dan tetelannya, baso di sini memang enak! Apalagi baso yang besar dan baso tahunya. Baso besar di sini ada isiannya. Kesukaanku tiap makan di sini selalu pesan dikuah dan minta bawang gorengnya yang banyak terus dicampur saus bawang dan sambel, terakhir jangan lupa pake jeruk limonya. Seger!

Satu porsi baso di sini seharga Rp. 18.000 sudah termasuk baso besar, baso tahu, baso kecil dan tentunya dengkul dan tetelannya.

Baso Sumatera

6. Baso Sumatera

Di Tasik ini sangat sering orang-orang bertanya “basonya baso apa, baso biasa atau baso toko?”, untuk sebagian orang mungkin terdengar aneh karena apa bedanya baso biasa dengan baso toko? Apakah karena jualannya di toko lantas disebut baso toko? Jawabannya tidak seperti itu. Baso toko ini identik dengan baso kecil halus dengan mienya yang kecil-kecil. Biasanya baso ini mirip dengan bakmi namun tidak bisa juga disebut bakmi.

Salah satu “baso toko” kesukaan admin among all is Baso Sumatera. Baso Sumatera ini sudah berjualan lebih dari 10 tahun dan sudah termasuk baso legend di Tasikmalaya.

Rasa baso di sini sudah tidak usah diragukan lagi; mienya sangat lembut dan kenyal, rasa basonya sangat wangi rempah, baso tahunya menggunakan tahu putih dan isiannya menggunakan daging dengan teksture yang masih terasa kasar, pangsitnya juga enyak banget. Tiap ke sini selalu pesannya yamin dan kuah tapi minta yaminnya yang manis dan mienya sedikit karena yang banyaknya di kuah.

Terakhir ke sini sekitar bulan Juni dan harga satu porsinya sekitar Rp 28.000 dan untuk baso komplit seharga Rp. 35.000. meskipun harganya sedikit di atas baso biasanya, namun soal rasanya sudah jangan diragukan lagi.

Baso Gareng

7. Baso Gareng

Meskipun Baso Gareng ini tidak masuk dijajaran 10 besar hasil voting dengan followers, namun rasanya baso ini harus berada di list ini karena banyaknya warga yang suka dengan baso ini meskipun banyak yang tidak tahu. Akan lebih banyak yang tahu jika admin bicara Baso Kurdi karena sudah melegendanya baso dengan sayuran kol ini, sebenarnya Baso Gareng ini tidak jauh berbeda dengan baso kurdi, sayuran yang digunakan adalah kol dengan kuahnya yang wangi cikur dan basonya yang kecil-kecil dan berisi lemak sapi. Namun, untuk masalah rasa, baso gareng ini lebih unggul dibandingkan dengan kurdi. Kuahnya pun sedikit berbeda karena kuah di sini lebih kecoklatan. Selain itu, satu porsi baso di sini berisi sangat banyak baso kecil, mungkin lebih dari 15 biji dengan harga Rp. 11.000.

Tempat di sini memang seadanya, bahkan beberapa ada yang rela makan sambil berdiri karena kursi yang disediakan selalu penuh oleh pelanggan. Saranku, coba datang sebelum jam makan siang atau setelah jam makan siang. Karena pada saat jam makan siang, selain tidak ada kursi yang kosong, pesannya pun pasti lama karena penuh. Alamat Baso Gareng ini terletak di Jl. Cempaka Warna tapi dekat dengan pasar rel.

Baso Cicim

8. Baso Cicim

I did mention about this Baso name above, kalau kalian teliti ini baso sudah ditulis di bagian baso jamil. Coba ke atas lagi untuk membuktikan. Udah? Iya, kan?

Okay, back to the review, Baso Cicim ini berjualan di Jl. Mayor Utarya lebih tepatnya sebrang Bank BJB. Biasanya buka dari jam 09.00 sampai jam 14.00, sebenernya kalau akhir pekan baso cicim ini cepet banget abisnya, pernah kejadian datang ke sana jam 12, penampakan rodanya aja gak ada. Bye.

Yang menjadikan Baso Cicim spesial adalah karena adanya baso goreng dan laucupan seperti baso jamil, namun, karakter baso goreng di sini lebih keras tapi lembut di dalam. Karena gorengnya tidak bisa dadakan seperti di Jamil jadinya dibuat teksture baso goreng luarnya lebih keras, sebenarnya bukan keras yang keras banget, namun jika dibandingkan dengan baso goreng jamil, di sini memang lebih keras. Selain baso goreng tentunya yang membuat baso cicim ini banyak diminati adalah laucupan dan baso tahunya. Even I love Baso Goreng Jamil most compare to any others, baso tahu di cicim ini terbaik di kalangannya sejauh ini. Campuran tahu lembut dan isian basonya yang special bikin baso tahu di sini beda dari yang lain. Isian baso tahu di sini menggunakan bukan hanya daging sapi, tapi juga kulit ayam dan udang. Wajar saja enak!

Jika ke Baso Jamil menu yang sering banget dipesan adalah yamin manis, di baso cicim ini baik kuah atau yamin manisnya enak banget. Makanya, kadang suka bingung mau pesan apa kalau ke sini, ujung-ujungnya selalu pesan mie yamin manis tapi minta tambah laucupan dikuah. Kuah di sini cocok banget untuk makan baso gorengnya, jadi baso gorengnya dimasukan dulu ke kuah sebentar terus di makan. Enyak!

Harga satu porsi di Baso Cicim adalah Rp. 20.000 dan Rp. 1.500 untuk satu baso goreng. Kalau mau kebagian baso goreng, coba datang di bawah jam 12 siang. Karena saat jam makan siang, baso ini cepat sekali habisnya.

Baso Arip

9. Baso Arip

Meskipun Baso Arip adalah pendatang baru di kehidupan admin, namun tidak ada salahnya admin masukan ke dalam list baso yang wajib dikunjungi agar seperti warga lokal. Baso Arip berlokasi di Jalan Cikalang lebih dekat jika masuk dari Jl. BKR atau Jl. Ibu Apipah, jangan terkecoh dengan lokasinya, karena tempatnya memang kecil dan tidak ada banyak tanda pengenal. Lebih gampangnya, setelah kalian masuk Jalan Cikalang, pelan-pelan saat melihat tempat JNT, di samping JNT ada rumah berwarna putih dan Baso Arip berada tepat di sebrang rumah putih tersebut.

Harga Baso Arip adalah Rp. 10.000 per-porsinya, Baso dengan harga termurah dibandingkan dengan beberapa baso yang sudah di tulis di atas, dengan harga tersebut kalian sudah dapat 2 baso besar dan satu baso kecil jika pesan basonya saja. Rekomendasiku jika kalian beli Baso Arip adalah Yamin Manis tapi basonya saja. Admin biasanya tambah baso cincangnya satu lagi jadi isinya 2 baso cincang, 1 baso urat dan satu baso kecil. Untuk yamin manis admin biasanya minta saus dan sambalnya langsung disatukan karena entah kenapa rasanya malah jadi makin enak dibandingkan dengan kita menambah saus atau sambal di meja. Jika kalian suka bawang goreng, jangan lupa juga untuk tambah bawang gorengnya sedikit lebih banyak. Selain basonya yang enak dan bikin ketagihan admin, Bapak nya juga amat sangat ramah kepada semua pelangganya atau bahasa sundanya sih: someah. +10

Baso Firman

10. Baso Firman

Last but not least, baso kebanggan kita semua pada saat ini yaitu; Baso Firman. Baso yang setiap hari gak pernah sepi, yang setiap akhir pekan selalu penuh, yang tiap libur panjang diminati pelanggannya dari luar kota dan yang setiap lebaran dipadati para pemudik yang sudah rindu dengan baso Tasik.

To be honest, sebelumnya admin skeptis sekali dengan Baso Firman ini karena ciri khasnya yang berupa baso urat. Admin awalnya lebih suka baso halus atau kalaupun baso urat bukan urat yang besar. Makanya dulu tiap ada yang ngajak ke baso firman selalu menolak meskipun sudah banyak yang merekomendasikan enak dan harus coba. Nyatanya, setelah coba sekali langsung ketagihan lagi dan lagi.

Kuah di sini memang tidak ada tandingannya, ada sensasi ASIN PEDAS DAN ASAM yang bikin seger di mulut dan bikin nagih untuk makan lagi dan lagi. Bahkan saat memutuskan untuk mencoba baso ini, kuah di mangkuk admin sampai habis saking enaknya!

Selain memang kuahnya yang enak, baso urat di sini tidak seperti baso urat yang ada dibayangan admin. Baso urat di sini lebih halus dan sangat-sangat kaya akan rempah, jadinya tidak bau. Yang ada malah ketagihan dengan baso uratnya di sini. Menu yang selalu admin order adalah yamin manis dengan basonya nambah setengah porsi. Jangan lupa yamin manisnya diberi kuah sedikit dan dicampur dengan saus bawang yang banyak. Dikuahnya jangan lupa pakai saus, sambel dan tentunya jeruk. Kalau suka sensasi manis pedas coba pakai kecap. Admin sih lebih suka pedas asin kalau di sini.

Jangan lupa untuk pesan teh manisnya karena menurut admin teh manis di sini berbeda dengan teh manis pada umumnya, aroma tehnya sangat khas. Juga, coba untuk makan basonya bareng pake kerupuk kulit yang dijual bapak-bapak di depan. Ya Tuhan, nikmatmu memang sempurna.

Sekian list baso yang harus kalian coba jika ingin seperti warga lokal, jangan lupa untuk follow juga blog ini dan tentunya Instagram kita di @kulinertasik untuk referensi kuliner-kuliner lainnya. Terima kasih sudah menyempatkan membaca tulisan ini, teman-teman.

With Love,

Mimin.

Share this article

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *